a.
Computer Supported Cooperative Work
(CSCW)
Computer Supported Cooperative Work
(CSCW) adalah bidang studi yang berfokus pada perancangan dan evaluasi
teknologi baru untuk mendukung proses sosial kerja, dikarenakan mitrayang berjauhan.
Istilah Computer Supported Cooperative Work (CSCW) pertama kali digunakan oleh
Irene Greif dan Paul M. Cashman pada tahun 1984, pada sebuah workshop yang
dihadiri oleh mereka yang tertarik dalam menggunakan teknologi untuk memudahkan
pekerjaan mereka. Dimana saat itu CSCW mengangkat isu seputar bagaimana
aktivitas-aktivitas kolaboratif dan koordinasi didalamnya dapat didukung
teknologi komputer. Kemudian beberapa orang berpendapat CSCW sama dengan
Groupware. Groupware adalah jenis software yang membantu kelompok kerja yang
terhubung ke jaringan untuk mengelola aktivitas mereka.
Mungkin salah satu contohnya
penerapan CSCW pada bidang pendidikan yaitu dimana para siswa melakukan kelas
virtual dan saat itu sedang mengerjakan ulangan harian dimana para siswanya
saat melakukannya tidak benar-benar berada di kelas tetapi bisa dimana saja
yang memungkinkan siswa tersebut untuk bisa terhubung pada suatu jaringan.
Contoh lainnya yaitu fasilitas chating dimana seseorang bisa berdiskusi melalui
antarmuka teks tanpa harus bertatap muka secara langsung.
b.
Tes Psikologi Online
Perkembangan zaman akan teknologi internet
semakin pesat, kini semua bidang telah terintegrasi dengan internet termasuk
bidang psikologi. Semua informasi tentang psikologi kini bisa diakses mudah
dengan bantuan internet. Mulai dari artikel- artikel yang berhubungan dengan
psikologi, jurnal- jurnal, lembaga-lembaga yang menyediakan layanan konsultasi
bahkan kini tes psikologi juga dapat di lakukan secara online.
Ya.. Tes psikologi kini bisa di lakukan secara
online di internet. Lembaga dan web ini menyediakan tes psikologi online mulai
dari pertanyaan – pertanyaan tes sampai hasil tes. Walaupun Tes psikologi
tersebut dilakukan secara online tetapi keamanan informasi yang kita berikan
sangat di jaga kerahasiaannya. Sehingga kita tidak perlu takut informasi yang
kita berikan di ketahui oleh orang lain.
Tes psikologi adalah suatu
pengukuran yang objektif dan terstandar terhadap sampel dari suatu perilaku.
Tujuan dari tes psikologi sendiri adalah untuk mengukur perbedaan antar
individu atau juga mengukur reaksi individu yang sama pada situasi yang berbeda
(Anastasi & Urbina, 1997).
Penggunaan tes psikologi saat
ini menjadi suatu bagian yang sangat penting dalam pengukuran terhadap
individu. Tes psikologi berperan sebagai alat untuk menggali atribut psikologi
individu. Terdapat tujuh jenis tes psikologi yang beragam tergantung tujuan
pengukurannya. Pertama, tes intelegensi untuk mengukur kemampuan individu dalam
cakupan umum. Kedua, tes bakat untuk mengetahui bakat atau potensi khusus
seseorang. Ketiga, tes kreativitas untuk mengukur kapasitas individu untuk
menemukan solusi yang tidak biasa dan tidak terduga khususnya dalam memecahkan
masalah yang masih samar. Keempat, tes kepribadian untuk mengukur trait,
kualitas, atau perilaku yang menunjukkan individualitas seseorang. Kelima, tes
prestasi untuk mengukur pencapaian individu setelah mempelajari sesuatu.
Keenam, tes inventori minat untuk mengukur kecenderungan seseorang pada
aktifitas atau topik-topik tertentu. Dan terakhir, tes neuropsikologi untuk
mendapatkan data mengenai keluhan gangguan kognitif (Gregory, 2004).
Hasil tes psikologi digunakan
sebagai dasar informasi dalam pengambilan keputusan. Informasi individu yang
digali melalui suatu tes psikologi dapat menjadi prediktor yang meramalkan
performa individu dalam suatu tugas. Oleh karena itu tes psikologi yang akan
dipergunakan harus memenuhi kualitas psikometri yang baik agar dapat diterapkan
dalam mengukur suatu atribut psikologi pada individu (Murphy, 2005).
Bila ingin lebih mengetahui ini
adalah beberapa contoh web yang
melakukan tes psikologi secara online:
c.
Psiko Terapi
Psikoterapi adalah usaha penyembuhan untuk masalah yang
berkaitan dengan pikiran, perasaan dan perilaku. Psikoterapi (Psychotherapy)
berasal dari dua kata, yaitu "Psyche" yang artinya jiwa, pikiran atau
mental dan "Therapy" yang artinya penyembuhan, pengobatan atau
perawatan. Oleh karena itu, psikoterapi disebut juga dengan istilah terapi
kejiwaan, terapi mental, atau terapi pikiran.
Orang yang melakukan psikoterapi disebut Psikoterapis
(Psychotherapist). Seorang psikoterapis bisa dari kalangan dokter, psikolog
atau orang dari latar belakang apa saja yang mendalami ilmu psikologi dan mampu
melakukan psikoterapi.
Psikoterapi merupakan proses interaksi formal antara dua pihak atau lebih, yaitu antara klien dengan psikoterapis yang bertujuan memperbaiki keadaan yang dikeluhkan klien. Seorang psikoterapis dengan pengetahuan dan ketrampilan psikologisnya akan membantu klien mengatasi keluhan secara profesional dan legal.
Ada tiga ciri utama psikoterapi, yaitu:
1.
Dari segi proses : berupa
interaksi antara dua pihak, formal, profesional, legal dan menganut kode etik
psikoterapi.
2.
Dari segi tujuan : untuk mengubah
kondisi psikologis seseorang, mengatasi masalah psikologis atau meningkatkan
potensi psikologis yang sudah ada.
3.
Dari segi tindakan: seorang
psikoterapis melakukan tindakan terapi berdasarkan ilmu psikologi modern yang
sudah teruji efektivitasnya.
Psikoterapi didasarkan pada fakta bahwa aspek-aspek mental
manusia seperti cara berpikir, proses emosi, persepsi, believe system,
kebiasaan dan pola perilaku bisa diubah dengan pendekatan psikologis. Tujuan
psikoterapi antara lain:
·
Menghapus, mengubah atau mengurangi
gejala gangguan psikologis.
·
Mengatasi pola perilaku yang
terganggu.
·
Meningkatkan pertumbuhan dan
perkembangan kepribadian yang positif.
·
Memperkuat motivasi klien untuk
melakukan hal yang benar.
·
Menghilangkan atau mengurangi
tekanan emosional.
·
Mengembangkan potensi klien.
·
Mengubah kebiasaan menjadi lebih
baik.
·
Memodifikasi struktur kognisi (pola
pikiran).
·
Memperoleh pengetahuan tentang diri
/ pemahaman diri.
·
Mengembangkan kemampuan
berkomunikasi dan interaksi sosial.
·
Meningkatkan kemampuan dalam
mengambil keputusan.
·
Membantu penyembuhan penyakit fisik.
·
Meningkatkan kesadaran diri.
·
Membangun kemandirian dan ketegaran
untuk menghadapi masalah.
·
Penyesuaian lingkungan sosial demi
tercapai perubahan dan masih banyak lagi.
Psikoterapi berbeda dengan pengobatan tradisional yang
sering memandang gangguan psikologis sebagai gangguan karena sihir, kesurupan
jin atau karena roh jahat. Anggapan-anggapan yang kurang tepat tersebut karena
sebagian masyarakat terlalu mempercayai tahayul dan kurang wawasan ilmiahnya.
Dalam psikoterapi, gangguan psikologis diidentifikasi secara
ilmiah dengan standar tertentu. Kemudian dilakukan proses psikoterapi
menggunakan cara-cara modern yang terbukti berhasil mengatasi hambatan
psikologis. Dalam psikoterapi tidak ada hal-hal yang bersifat mistik. Klien
psikoterapi juga tidak diberi obat, karena yang sakit adalah jiwanya, bukan
fisiknya.
Psikoterapi bukan untuk menangani orang gila (orang yang rusak otaknya). Justru psikoterapi hanya digunakan untuk menangani orang waras yang sedang mengalami masalah psikologis, atau untuk membantu orang normal yang ingin meningkatkan kemampuan pikirannya. Sedangkan penanganan orang gila adalah urusan Rumah Sakit Jiwa (RSJ).
Dalam sesi Psikoterapi, Anda akan diajak membahas dan
menganalisa hambatan psikologis yang ada dalam diri Anda, kemudian mencari pemecahannya
dengan cara menerapkan metode psikoterapi yang paling cocok. Psikoterapi hanya
bisa dilakukan apabila Anda ingin disembuhkan atau ingin berubah. Psikoterapi
tidak bisa dipaksakan kepada orang yang tidak mau dibantu.
Ada banyak metode psikoterapi yang bisa diterapkan, diantaranya adalah Psychoanalysis, Gestalt Therapy, Cognitive Behavioural Therapy, Behaviour Therapy, Body-Oriented Psychotherapy, Expressive Therapy, Interpersonal Psychotherapy, Narrative Therapy, Conditioning, Mental Imagery, Neurolinguistic Programming, Laughter Therapy, Self Programming, Spiritual Therapy, Transpersonal Psychotherapy, Relaxation Therapy, Forgiveness Therapy, Trance Psychotherapy, Neurofeedback dan masih banyak lagi. Psikoterapis yang memahami masalah Anda akan memberikan metode terapi yang paling tepat bagi Anda.
Ada banyak metode psikoterapi yang bisa diterapkan, diantaranya adalah Psychoanalysis, Gestalt Therapy, Cognitive Behavioural Therapy, Behaviour Therapy, Body-Oriented Psychotherapy, Expressive Therapy, Interpersonal Psychotherapy, Narrative Therapy, Conditioning, Mental Imagery, Neurolinguistic Programming, Laughter Therapy, Self Programming, Spiritual Therapy, Transpersonal Psychotherapy, Relaxation Therapy, Forgiveness Therapy, Trance Psychotherapy, Neurofeedback dan masih banyak lagi. Psikoterapis yang memahami masalah Anda akan memberikan metode terapi yang paling tepat bagi Anda.
Nama : Ovi arista
Npm : 15515288
Kelas : 2pa11
Sumber
:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar