Rabu, 07 November 2018

#SIP SIM (Sistem Informasi Manajemen) dan SPK (Sistem Penunjang Keputusan)


B.       SIM (Sistem Informasi Manajemen) dan SPK (Sistem Penunjang Keputusan)
1.      Definisi SIM dan SPK
a.       SIM ( Sistem Informasi Manajemen)



Menurut Sungkono (2008) Sistem informasi manajemen (SIM) adalah sebuah kesatuan, sistem mesin pengguna yang terintegrasi dalam memberikan informasi untuk mendukung operasi, manajemen, dan fungsi pembuatan keputusan dalam suatu organisasi. Sistem yang dimaksud adalah sistem yang menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak komputer, prosedur manual, model yang digunakan untuk menganalisis, merencanakan, mengendalikan, dan membuat keputusan serta sebuah basis data.
tujuan dari suatu SIM adalah memberikan informasi untuk pembuatan keputusan dalam merencanakan, memulai, mengatur, dan mengendalikan operasi sub-sistem dari perusahaan/ organisasi dan juga untuk memberikan perusahaan sebuah sinergi dalam prosesnya.

b.      SPK (Sistem Penunjang Keputusan)


Little (2001) mendefinisikan Sistem Pendukung Keputusan sebagai suatu suatu informasi berbasis komputer yang menghasilkan berbagai alternatif keputusan untuk membantu manajemen dalam menangani berbagai permasalahan yang terstruktur maupun tidak terstruktur dengan menggunakan data dan model.
Sistem Pendukung Keputusan adalah suatu sistem informasi spesifik yang ditujukan untuk membantu manajemen dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan persoalan yang bersifat semi terstruktur. Sistem ini memiliki fasilitas untuk menghasilkan berbagai alternatif yang secara interaktif digunakan oleh pemakai

2.      Konsep Dasar SIM dan SPK
a.     Konsep Dasar SIM
Menurut Sungkono (2008) konsep pengolahan sistem informasi untuk menjelaskan penggunaan komputer dengan berdasarkan sistem pengolahan informasi yang mendukung operasi, manajemen dan fungsi pembuat keputusan dari suatu organisasi/perusahaan. Penggunaan kata SIM/sistem informasi manajemen (dalam bahasa Inggris sering disebut management information systems (MIS) karena merupakan suatu gambaran umum yang sering dipakai oleh perusahaan untuk menggambarkan keadaan susunan penerima informasi di suatu perusahaan yang mereka bentuk.
Sistem informasi manajemen digambarkan melalui sebuah susunan piramidalimas yang lapisan bawah terdiri atas informasi mengenai pengolahan transaksi, keadaan query, dan lain-lain; tingkat berikutnya terdiri atas sumber daya-sumber daya informasi pendukung dan pengendali operasi harian; tingkat yang ketiga terdiri atas sumber daya-sumber daya sistem informasi untuk membantu dalam perencanaan taktis dan pembuatan keputusan untuk pengendalian manajemen; tingkat atas terdiri atas sumber daya-sumber daya informasi untuk mendukung rencana strategis dan pembuatan kebijaksanaan oleh tingkatan manajemen tertinggi. Setiap tingkat pengolahan informasi di atas dapat saja menggunakan data yang diberikan untuk tingkat terendah, tetapi data terbaru dapat juga diberikan. Sebagai contoh, beberapa informasi untuk mendukung manajemen dan pembuatan keputusan diberikan melalui data yang diperoleh untuk mengolah transaksi sementara beberapa lainnya mungkin saja data terbaru mengenai kegiatan yang ada di luar organisasi.

b.     Konsep Dasar SPK
Menurut Novriansyah (2017) Konsep Sistem Pendukung Keputusan Sistem merupakan kumpulan sub-sub sistem (elemen) yang saling berkorelasi satu dengan yang lainnya untuk mencapai tujuan tertentu. Sebagai contoh: Sebuah perusahaan memiliki sistem manajerial yang terdiri dari bottom management, middle management, dan top management yang memiliki tujuan nt mencapai kemajuan masyarakat. Sistem pendukung keputusan dapat di artikan sebagai suatu sistem yang di rancang yang digunakan untuk mendukung manajemen di dalam pengambilan keputusan.
Sistem pendukung keputusan (SPK) mulai dikembangkan pada tahun 1960-an, tetapi istilah sistem pendukung keputusan itu sendiri baru muncul pada tahun 1971 yang diciptakan oleh G. Anthony Gorry dan Micheal S. Scott Morton, keduanya adalah profesor di MIT Hal itu mereka lakukan dengan tujuan untuk menciptakan kerangka kerja guna mengarahkan aplikasi komputer kepada pengambilan keputusan manajemen.
Sementara itu, perintis sistem pendukung keputusan yang lain dari MIT, yaitu Peter G.W. Keen bekerja sama dengan S Morton elah mendefenisikan tiga tujuan yang harus dicapai oleh sistem pendukung keputusan, yaitu:
1)Sistem harus dapat membantu manajer dalam membuat keputusan guna memecahkanterstruktur.
2) Sistem harus dapat mendukung manajer bukan mencoba mengantikanya.
3) Sistem harus dapat meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan manajer.

3.      Model SIM dan SPK
a.     Model SIM


Menurut Muslihudin (2016) model sistem informasi manajemen adalah sebagai berikut :
1)  Model sentralisasi, Merupakan sisitem yang menempatkan data informasi yang terpusat yang umumnya bersifat tertutup.
2) Model desentralisasi, Merupakan pemprosesan dilakkukan dimasing-masing pengguna yang dibagi menjadi dua, yaitu sistem peer to peer dan sisitem terdistribusi
3)   Model client/server, Sistem yang memilliki pusat data client sebagai pengolah data dan merupakan tipe yang menggabungkan sistem sentral dan desentralisi, yang mana sistem ini  merupakan sistem pelyanan antara customer

b.      Model SPK
Menurut Quade membedakan model ke dalam dua tipe, yakni model kuantitatif dan model kualitatif.
1)  Model kuantitatif Merupakan serangkaian asumsi yang tepat yang dinyatakan dala, serangkaian hubungan matematis yang pasti
2)  Model kualitatif Digambarkan melalui kombinasi dari deduksi- deduksi asumsi-asumsi, tersebut dan dengan pertimbangan yang lebih bersifat subjektif mengenai proses atau masalah yang pemecahannya dibuatkan model.

Manfaat model dalam suatu pengambilan keputusan, antara lain sebagai berikut:
1)      Untuk mengetahui apakah hubungan yang bersifat tunggal
2)      Untuk memperjelas mengenai hubunga signifikan diantara unsur-unsur itu.
3)      Untuk merumuskan hipotesis mengenai hakikat hubungan-hubungan anta variabel
4)      Untuk memberikan pengelolaan terhadap pengambilan keputusan

4.      Peranan SIM dan SPK dalam memecahkan masalah
SIM dan SPK mempunyaimperan yang sangat penting dalam orgaisasi sekarang ini penerapan SIM dan SPK dalam sutu organisasi pasti akan melibatkan penggunaan komputer untuk membantu mengolah data, imformasi yang tepat, cepat, dan akurat akanmmenjadikan suatu organisasi bertkembang, bila kurangnya informasi dalam aktu tertentu perusaan akan megalami ketidak mampuan mengontrol sumber daya sehingga dalam mengambil keputusan strategi sangat terganggub pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing.


Referensi :
Sungkono,C. (2008). Manajement imformation system. Jakarta: Sakwmba empat.

Nofriansyah,D. (2017). Multi criteria decision making(mcdm) pada sistem pendukung keputusan. Yogykarta : deepublish.

Little. (2001). sistem pendukung keputusan. Yogykarta : Andi offset.

Muslihudin,M. (2016) Analisis dan peranvangan sistem informasi. Yogyakarta : andi offset.

Fatta,A. (2016). Konsep dasar pemprograman dan sistem informasi. Jakarta: media kita.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar