B.
SIM
(Sistem Informasi Manajemen) dan SPK (Sistem Penunjang Keputusan)
1.
Definisi
SIM dan SPK
a.
SIM
( Sistem Informasi Manajemen)
Menurut Sungkono (2008) Sistem
informasi manajemen (SIM) adalah sebuah kesatuan, sistem mesin pengguna yang
terintegrasi dalam memberikan informasi untuk mendukung operasi, manajemen, dan
fungsi pembuatan keputusan dalam suatu organisasi. Sistem yang dimaksud adalah
sistem yang menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak komputer, prosedur
manual, model yang digunakan untuk menganalisis, merencanakan, mengendalikan,
dan membuat keputusan serta sebuah basis data.
tujuan
dari suatu SIM adalah memberikan informasi untuk pembuatan keputusan dalam
merencanakan, memulai, mengatur, dan mengendalikan operasi sub-sistem dari
perusahaan/ organisasi dan juga untuk memberikan perusahaan sebuah sinergi
dalam prosesnya.
b.
SPK
(Sistem Penunjang Keputusan)
Little (2001) mendefinisikan Sistem
Pendukung Keputusan sebagai suatu suatu informasi berbasis komputer yang
menghasilkan berbagai alternatif keputusan untuk membantu manajemen dalam
menangani berbagai permasalahan yang terstruktur maupun tidak terstruktur
dengan menggunakan data dan model.
Sistem
Pendukung Keputusan adalah suatu sistem informasi spesifik yang ditujukan untuk
membantu manajemen dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan persoalan
yang bersifat semi terstruktur. Sistem ini memiliki fasilitas untuk
menghasilkan berbagai alternatif yang secara interaktif digunakan oleh pemakai
2. Konsep
Dasar SIM dan SPK
a. Konsep Dasar SIM
Menurut
Sungkono (2008) konsep pengolahan sistem informasi untuk menjelaskan penggunaan
komputer dengan berdasarkan sistem pengolahan informasi yang mendukung operasi,
manajemen dan fungsi pembuat keputusan dari suatu organisasi/perusahaan.
Penggunaan kata SIM/sistem informasi manajemen (dalam bahasa Inggris sering
disebut management information systems (MIS) karena merupakan suatu gambaran
umum yang sering dipakai oleh perusahaan untuk menggambarkan keadaan susunan
penerima informasi di suatu perusahaan yang mereka bentuk.
Sistem informasi
manajemen digambarkan melalui sebuah susunan piramidalimas yang lapisan bawah
terdiri atas informasi mengenai pengolahan transaksi, keadaan query, dan
lain-lain; tingkat berikutnya terdiri atas sumber daya-sumber daya informasi pendukung
dan pengendali operasi harian; tingkat yang ketiga terdiri atas sumber
daya-sumber daya sistem informasi untuk membantu dalam perencanaan taktis dan
pembuatan keputusan untuk pengendalian manajemen; tingkat atas terdiri atas
sumber daya-sumber daya informasi untuk mendukung rencana strategis dan
pembuatan kebijaksanaan oleh tingkatan manajemen tertinggi. Setiap tingkat
pengolahan informasi di atas dapat saja menggunakan data yang diberikan untuk
tingkat terendah, tetapi data terbaru dapat juga diberikan. Sebagai contoh,
beberapa informasi untuk mendukung manajemen dan pembuatan keputusan diberikan
melalui data yang diperoleh untuk mengolah transaksi sementara beberapa lainnya
mungkin saja data terbaru mengenai kegiatan yang ada di luar organisasi.
b. Konsep
Dasar SPK
Menurut
Novriansyah (2017) Konsep Sistem Pendukung Keputusan Sistem merupakan kumpulan
sub-sub sistem (elemen) yang saling berkorelasi satu dengan yang lainnya untuk
mencapai tujuan tertentu. Sebagai contoh: Sebuah perusahaan memiliki sistem
manajerial yang terdiri dari bottom management, middle management, dan top
management yang memiliki tujuan nt mencapai kemajuan masyarakat. Sistem
pendukung keputusan dapat di artikan sebagai suatu sistem yang di rancang yang
digunakan untuk mendukung manajemen di dalam pengambilan keputusan.
Sistem
pendukung keputusan (SPK) mulai dikembangkan pada tahun 1960-an, tetapi istilah
sistem pendukung keputusan itu sendiri baru muncul pada tahun 1971 yang
diciptakan oleh G. Anthony Gorry dan Micheal S. Scott Morton, keduanya adalah
profesor di MIT Hal itu mereka lakukan dengan tujuan untuk menciptakan kerangka
kerja guna mengarahkan aplikasi komputer kepada pengambilan keputusan
manajemen.
Sementara
itu, perintis sistem pendukung keputusan yang lain dari MIT, yaitu Peter G.W.
Keen bekerja sama dengan S Morton elah mendefenisikan tiga tujuan yang harus
dicapai oleh sistem pendukung keputusan, yaitu:
1)Sistem harus dapat membantu manajer dalam
membuat keputusan guna memecahkanterstruktur.
2) Sistem harus dapat mendukung manajer bukan
mencoba mengantikanya.
3) Sistem harus dapat meningkatkan
efektivitas pengambilan keputusan manajer.
3. Model
SIM dan SPK
a. Model
SIM
Menurut Muslihudin (2016)
model sistem informasi manajemen adalah sebagai berikut :
1) Model sentralisasi, Merupakan sisitem yang
menempatkan data informasi yang terpusat yang umumnya bersifat tertutup.
2) Model
desentralisasi, Merupakan pemprosesan
dilakkukan dimasing-masing pengguna yang dibagi menjadi dua, yaitu sistem peer
to peer dan sisitem terdistribusi
3) Model client/server, Sistem yang memilliki
pusat data client sebagai pengolah data dan merupakan tipe yang menggabungkan
sistem sentral dan desentralisi, yang mana sistem ini merupakan sistem pelyanan antara customer
b. Model
SPK
Menurut
Quade membedakan model ke dalam dua tipe, yakni model kuantitatif dan model
kualitatif.
1) Model kuantitatif Merupakan serangkaian
asumsi yang tepat yang dinyatakan dala, serangkaian hubungan matematis yang
pasti
2) Model kualitatif Digambarkan melalui
kombinasi dari deduksi- deduksi asumsi-asumsi, tersebut dan dengan pertimbangan
yang lebih bersifat subjektif mengenai proses atau masalah yang pemecahannya
dibuatkan model.
Manfaat
model dalam suatu pengambilan keputusan, antara lain sebagai berikut:
1) Untuk
mengetahui apakah hubungan yang bersifat tunggal
2) Untuk
memperjelas mengenai hubunga signifikan diantara unsur-unsur itu.
3) Untuk
merumuskan hipotesis mengenai hakikat hubungan-hubungan anta variabel
4) Untuk
memberikan pengelolaan terhadap pengambilan keputusan
4. Peranan
SIM dan SPK dalam memecahkan masalah
SIM dan SPK mempunyaimperan yang sangat penting dalam orgaisasi sekarang ini penerapan SIM dan SPK dalam sutu organisasi pasti akan melibatkan penggunaan komputer untuk membantu mengolah data, imformasi yang tepat, cepat, dan akurat akanmmenjadikan suatu organisasi bertkembang, bila kurangnya informasi dalam aktu tertentu perusaan akan megalami ketidak mampuan mengontrol sumber daya sehingga dalam mengambil keputusan strategi sangat terganggub pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing.
SIM dan SPK mempunyaimperan yang sangat penting dalam orgaisasi sekarang ini penerapan SIM dan SPK dalam sutu organisasi pasti akan melibatkan penggunaan komputer untuk membantu mengolah data, imformasi yang tepat, cepat, dan akurat akanmmenjadikan suatu organisasi bertkembang, bila kurangnya informasi dalam aktu tertentu perusaan akan megalami ketidak mampuan mengontrol sumber daya sehingga dalam mengambil keputusan strategi sangat terganggub pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing.
Referensi :
Sungkono,C. (2008).
Manajement imformation system. Jakarta: Sakwmba empat.
Nofriansyah,D.
(2017). Multi criteria decision making(mcdm)
pada sistem pendukung keputusan. Yogykarta : deepublish.
Little.
(2001). sistem pendukung keputusan.
Yogykarta : Andi offset.
Muslihudin,M. (2016)
Analisis dan peranvangan sistem informasi. Yogyakarta : andi offset.
Fatta,A.
(2016). Konsep dasar pemprograman dan
sistem informasi. Jakarta: media kita.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar