Rabu, 07 November 2018

#SIP Database

A. Database

1.      Sejarah Database
Database sendiri merupakan struktur pengolahan data yang dibagi menjadi 2, yaitu database flat dan database relasional (Sudarman, 2010)
perkembangan Database dari tahun ke tahun yang dijelaskan Kroenke (2005) adalah sebagai berikut :
a. Sebelum tahun 1968 database berupa teknologi pemprosesan file yaitu berupa pendahuluanpemprosesan database, data disimpan dalam daftar dan karakteristik pemprosesan ditentukan oleh penggunaan umum media pita magnetic.
b.   Lalu pada tahun 1968 – 1980 berupa hierarki dan model network yaitu era pemprosesan database non-relasional berupa DL/I, yaitu versi pertama DBMS IBM yaitu sebuah IMS. Model data network yang ditemukan adalah model CODASYL DBTG.
c.  1980 – hingga kini berupa model data relasional, yaitu Model data relasional, yang dipublikasikan pertama kali pada tahun 1970; mulai diaplikasikan secara komersial pada tahun 1980. IBM menyebutkan dengan DB2; vendor lainnya mengikuti dengan memodifikasi produk DBMS-nya atau dengan menciptakan produk baru. Oracle mencapai puncaknya. SQL menjadi bahasa relasional standar
d.    1982 berupa produk DBMS mikrokomputer pertama, yaitu Ashton-Tate mengembangkan produk dBase; Microrim menciptakan R:Base; Borland membuat Paradox.
e.  1985 berupa DBMS (OODBMS) yang berorientasi objek, yaitu Dengan ditemukannya pemrograman berorientasi objek, diusulkan OODBMS. Produk ini hanya meraih kesuksesan yang kecil secara komersial, terutama karena keunggulannya tidak menjustifikasi biaya mengkonversi miliaran byte data organisasi ke format baru. Saat ini masih dalam tahap pengembangan.
f.  1991 berupa Microsoft ships access yaittu DBMS personal diciptakan sebagai unsur Windows. Secara bertahap menggantikan semua produk DBMS personal lainnya.
g.    1995 berupa aplikasi pertama database internet, yaitu Database menjadi komponen kunci dari aplikasi Internet. Popularitas Internet meningkatkan kebutuhan dan permintaan akan keahlian database.
h. 1997 berupa penerapan XML pada pemprosesan database, yaitu Penggunaan XML memecahkan masalah pemahaman database jangka panjang. Vendor utama mulai mengintegrasikan XML ke dalam produk DBMS.

2.      Konsep Database



Menurut Budiharto Dan RahardibS (2005) Perkembangan Teknologi Informasi yang pesat saat ini tidak bisa terlepas dari dukungan peranti lunak basis data (database) Mungkin Anda dan jutaan orang lainnya di seluruh dunia mempunyai account email Yahool atau Gmail yang menggunakan database berukuran sangat besar untuk dapat menampung pesan-pesan penting serta file Anda. Data mahasiswa suatu perguruan tinggi atau data pelanggan suatu perusahaan juga tersimpan di software database. Database dapat diartikan sebagai sekumpulan data yang berfungsi sebagai penyedia informasi bagi pengguna/user.

Relational database ialah sekumpulan data yang saling berhubungan yang selanjutnya kita kenal sebagai RDBMS (Relational Database Management System), sebuah sistem manajemen database yang digunakan secara luas saat ini karena kekonsistenannya dalam menyajikan data. Beberapa perangkat lunak RDBMS yang terkenal ialah: Oracle 10g dari Oracle Corporation, Microsoft SQL Server 2000 dari Microsoft, Sybase SQL Server dari Sybase, Informix Server dari Informix Software
           
3.      Struktur Database  
   Menurut Budiharto Dan RahardibS (2005) Struktur Database adalah suatu kumpulan data yang digambarkan sebagai suatu unit. Tujuan umum dari penyimpanan database adalah agar data-data yang disimpan dapat diakses segera dan kapan saja. Database mempunyai dua struktur, yaitu struktur logis dan struktur fisik.

a.    Struktur Database Logis Struktur database logis yaitu suatu struktur yang berkaitan dengan sesuatu yang logis dari database Oracle.
     Struktur yang logis dari suatu database Oracle meliputi tablespaces, object bagan, blok data, luas, dan segmen.
    Tablespaces Tablespaces merupakan database yang dibagi menjadi unit-uni penyimpanan logis. Sebagai contoh, tablespaces biasanya meng- golongkan suatu object aplikasi untuk menyederhanakan beberapa operasi administrati

b.   Struktur Database Fisik Struktur fisik database adalah suatu struktur yang berkaitan dengan bentuk fisik database. Bagian ini menjelaskan struktur database secara fisik dari suatu database  termasuk datafiles dan file kendali.
    Datafiles Di mana tiap database Oracle mempunyai satu atau lebih fisik datafiles, suatu database datafiles berisi semua data database dari struktur database logis seperti index dan tabel yang secara fisik disimpan di datafiles untuk mengalokasikan suatu database. Karakteristik datafiles adalah: Suatu datafile dapat dihubungkan dengan hanya satu database saja Datafiles dapat mempunyai karakteristik tertentu mulai pengizinan di mana ini secara otomatis meluas manakala database keluar dari ruang disk Satu atau lebih datafiles membentuk suatu unit penyimpanan database yang logis menghubungkan suatu tablespace

4.      Keunggulan dan kelemahan manajemen sistem
    Menurut Utami (2005) DBMS merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk dapat melakukan utilisasi dan mengelola koleksi data dalam jumlah yang besar. Penyimpanan data dalam bentuk DBMS mempunyai banyak manfaat dan kelebihan, di antaranya:
a.    Performance yang didapat dengan penyimpanan dalam bentuk DBMS cukup besar, sangat jauh berbeda dengan performance data yang disimpan dalam flat file.
b.   Integritas data lebih terjamin dengan penggunaan DMBS. Masalah redudansi sering terjadi dalam data flat file tidak akan terjadi dalam DBMS. Redudansi adalah kejadian berulangnya data atau kumpulan data yang sama dalam sebuah database yang mengakibatkan pemborosan media penyimpanarn.
c. Idependensi. Perubahan struktur database dimungkinkan terjadi sehingga tanpa harus mengubah aplikasi yang mengaksesnya pembuatan antarmuka ke dalam data akan lebih mudah dengan penggunaan DBMS
d.    Sentralisasi. Kemudahan di dalam melakukan ba DMBS dan juga kekonsistenan data yang diakses secara bersama sama akan lebih terjamin daripada data disimpan dalam bentuk file ataupun worksheet yang tersebar.
e.  Sekuritas. DBMS memiliki sistem keamanan yang lebih fleksibel daripada pengamanan pada file sistem operasi.

Sebaliknya, menurut rianto (2005) Penyimpanan data dalam bentuk DBMS mempunyai Kelemahan, sebagai berikut :
a.    Harga DBMS mahal.
b.    Ukuran.
c. Kerumitan dan banyaknya fungsi yang ada pada pada DBMS menyebabkan DBMs memerlukan banyak software pendukung yang mengakibatkan tempat penyimpanan dan memori.
d.    Kompleksitas.
e.  Pada DBMS terdapat pengaturan fungsi-fungsi sehingga DBMS menjadi software yang cukup rumit dan kompleks.
f.     Penambahan biaya perangkat keras.

5.      Peranan database dalam memecahkan kajian psikologi
    Dalam bidang psikologi khususnya pada bidang PIO, penggunaan database sangatlah dibutuhkan. Menanggani data-data karyawan tentunya bukanlah hal mudah untuk seorang HRD. Pastilah HRD menanggani data karyawan mulai dari awal masuk perusahaan.
    Dimna penggunaan databse dapat mempermudahkan pihak HRD untuk melihat atau mengecek data yang diperlukan. Karna didalam database terdapat istilah attribute yang disebut entity yang m e yebabkan data tidak akan terpisah atau berantakan.

Referensi :
Budiharto W, Dan RahardibS. Aplikasidatabase oracle 10g dengan V6/VB. Net (2005). Jakarta:Pt. Alex media komputindo.

Kroenke,M,D. (2005). Data base processing. Jakarta : Erlangga.

Utami,m. (2005). Konsep dasar pemprograman dan pengolahan database. Yogyakarta: andi offset.

Rianto. (2005). Migrasi microsoft sqlserver dengan postgreSQL. Jakarta: gramedia.

Sudarman, S. (2010). MySQL database server. Jakarta : transmedia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar